Senin, 14 Januari 2013

Cinta terlarang

Diposting oleh Mirna Saputri di 1/14/2013 08:30:00 PM 0 komentar
Sanggupkah diriku melawan rasa cinta ini …
Tuhan, sampai kapan aku bisa seperti ini…
Sanggupkah  aku untuk terus tersiksa seperti ini…
kenapa harus ada rasa cinta diantara kita…
Kenapa harus ada cinta terlarang seperti ini…
kenapa ?
apa salahku ….
Tuhan tolong jauhkan aku dari rasa ini…
Sungguh aku tidak sanggup,  bila harus terus seperti ini…

Mawar Hitam

Diposting oleh Mirna Saputri di 1/14/2013 08:12:00 PM 0 komentar











Dulu dia segalanya dihatiku.....
Dulu dia semangat hidupku.....
Dulu dia Kebahagiaanku...
Dulu dia teman yang paling dekat denganku...
Dulu dia pengisi hari hariku...
Dulu dia penghapus kesedihanku...
Dulu dia malaikat dihidupku...
Tapi , kini semuanya terbalik...
Sudah banyak air mata yang jatuh karena dia...
Dia tidak seperti yang kuharapkan sebelumnya...
Kini, dia bagaikan mawar hitam dihidupku....


Senin, 26 November 2012

Andai Aku Seorang Jutawan

Diposting oleh Mirna Saputri di 11/26/2012 11:20:00 PM 1 komentar

Sedih sekali rasanya melihat  para pengemis, pengamen jalanan, melihat rumah-rumah mereka yang berada di pinggir rel kereta api ataupun di pinggir kali yang hanya terbuat dari kayu yang sudah rapuh. Aku gak bisa bayangin kalau tiba tiba ada angin kencang sedikit, rumah mereka akan jadi apa ya?... Hampir tiap hari kalau aku berangkat kuliah pasti melihat kejadian seperti itu, dan aku lebih kasihan sekali kalau anak kecil yang kira-kira umurnya masih 6 tahun,  yang seharusnya duduk dibangku sekolah, mereka malah mengemis tiap hari dijalanan. Kadang mereka suka tiduran dipinggir kali, rasanya itu air mata mau jatuh.  Terus juga aku liat kakek-kakek atau nenek-nenek yang seharusnya menikmati hari tuanya dengan indah tetapi mereka malah mengemis, tiduran dipinggir rel kereta. Rasanya aku mau bawa mereka semua pulang kerumahku, walupun rumahku itu gk seluas lapangan senayan. Aku menghayal kalau nanti aku jadi seorang jutawan pasti mereka semua akan aku buatkan tempat tinggal yg layak dan akan aku sekolahkan mereka sampai ke perguruan tinggi. Dan andaikan aku jadi presiden, aku jamin hidup mereka pasti akan lebih baik INSYAALLAH. Aku berharap sekali tidak ada pengemis di Indonesia ini dan semoga mereka semua sabar menerima ujian dari Yang Maha Kuasa. Amin… aku mencintai, menyayangi kalian semua, doaku selalu menyertai kalian semua keluargaku :* big hug.

Minggu, 25 November 2012

Credit Union

Diposting oleh Mirna Saputri di 11/25/2012 07:53:00 PM 0 komentar

Sejarah

Sejarah koperasi kredit dimulai pada abad ke-19. Ketika Jerman dilanda krisis ekonomi karena badai salju yang melanda seluruh negeri. Para petani tak dapat bekerja karena banyak tanaman tak menghasilkan. Penduduk pun kelaparan.
Situasi ini dimanfaatkan oleh orang-orang berduit. Mereka memberikan pinjaman kepada penduduk dengan bunga yang sangat tinggi. Sehingga banyak orang terjerat hutang. Oleh karena tidak mampu membayar hutang, maka sisa harta benda mereka pun disita oleh lintah darat.
Kemudian tidak lama berselang, terjadi Revolusi Industri. Pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia diambil alih oleh mesin-mesin. Banyak pekerja terkena PHK. Jerman dilanda masalah pengangguran secara besar-besaran.
Melihat kondisi ini wali kota Flammersfield, Friedrich Wilhelm Raiffeisen merasa prihatin dan ingin menolong kaum miskin. Ia mengundang orang-orang kaya untuk menggalang bantuan. Ia berhasil mengumpulkan uang dan roti, kemudian dibagikan kepada kaum miskin.
Ternyata derma tak memecahkan masalah kemiskinan. Sebab kemiskinan adalah akibat dari cara berpikir yang keliru. Penggunaan uang tak terkontrol dan tak sedikit penerima derma memboroskan uangnya agar dapat segera minta derma lagi. Akhirnya, para dermawan tak lagi berminat membantu kaum miskin.
Raiffeisen tak putus asa. Ia mengambil cara lain untuk menjawab soal kemiskinan ini. Ia mengumpulkan roti dari pabrik-pabrik roti di Jerman untuk dibagi-bagikan kepada para buruh dan petani miskin. Namun usaha ini pun tak menyelesaikan masalah. Hari ini diberi roti, besok sudah habis, begitu seterusnya.
Berdasar pengalaman itu, Raiffeisen berkesimpulan: “kesulitan si miskin hanya dapat diatasi oleh si miskin itu sendiri. Si miskin harus mengumpulkan uang secara bersama-sama dan kemudian meminjamkan kepada sesama mereka juga. Pinjaman harus digunakan untuk tujuan yang produktif yang memberikan penghasilan. Jaminan pinjaman adalah watak si peminjam.”
Untuk mewujudkan impian tersebutlah Raiffeisen bersama kaum buruh dan petani miskin akhirnya membentuk koperasi bernama Credit Union (CU) artinya, kumpulan orang-orang yang saling percaya.
Credit Union yang dibangun oleh Raiffeisen, petani miskin dan kaum buruh berkembang pesat di Jerman, bahkan kini telah menyebar ke seluruh dunia.

 
Koperasi kredit atau Credit Union atau biasa disingkat CU adalah sebuah lembaga keuangan yang bergerak di bidang simpan pinjam yang dimiliki dan dikelola oleh anggotanya, dan yang bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya sendiri.
Koperasi kredit memiliki tiga prinsip utama yaitu:
  1. asas swadaya (tabungan hanya diperoleh dari anggotanya)
  2. asas setia kawan (pinjaman hanya diberikan kepada anggota), dan
  3. asas pendidikan dan penyadaran (membangun watak adalah yang utama; hanya yang berwatak baik yang dapat diberi pinjaman).
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi_kredit
 

Welcome... Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea